Menggagas Pembelajaran Berbasis “Web”


Penutupan ICT Based Learning brEsensi dari TIK adalah bagaimana cara mengolah data menjadi suatu informasi dan cara menyampaikan informasi tersebut secara efektif dengan menggunakan media elektronik.
Bertempat di  Aula Kantor Dinas Pendidikan Pemudah dan Olah Raga Kota Bau-Bau di jl. Dipenogoro No. 12 selama 5 hari (5-9 Oktober 2009), sebanyak 60 orang yang terdiri dari guru SD, SMP SMA, MAN, SMK dan pengawas sekota Bau-Bau mengikuti Training/Workshop “ICT-Based Learning for Teachers”. Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru-guru sekota Bau-Bau yang diselenggarakan oleh SEAMEO SEAMOLEC Jakarta bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Bau-Bau.

Masyarakat dewasa ini, termasuk komunitas pendidikan, mau tidak mau, suka tidak suka, direncanakan atau tidak, langsung maupun tidak langsung, akan terkena dampak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), globalisasi (terutama dalam bidang ekonomi dan budaya serta pendidikan), serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Di sini, pendidikan dipandang sebagai produk budaya manusia untuk memenuhi kepentingannya, khususnya yang berkaitan dengan pewarisan nilai-nilai, IPTEK, dan pengembangan kecerdasan dalam kaitan dengan peningkatan kualitas hidup. Oleh sebab itu, peran pendidik, antara lain menggugah dan membangkitkan “naluri ingin tahu” , hasrat ingin belajar (need for learning), bagaimana membantu atau memfasilitasi setiap orang agar mau dan mampu menciptakan proses belajar produktif, efektif, kreatif, dan rekreatif, serta menyenangkan.

Ada beberapa alasan mengapa guru harus melek TIK? Pertama, karena tuntutan global yang harus disikapi dengan tindakan local,  di antaranya mempersiapkan sumber daya manusia (baca: peserta didik) yang memiliki kompetensi skala nasional dan internasional berbasis keunggulan lokal. Kedua, mempersiapkan sumber pembelajaran yang variatif dan menyenangkan (enjoyable) bagi siswa. Ketiga, mendapatkan informasi terkini (up to date) yang inovatif dan mampu membangkitkan kreativitas siswa guna meningkatkan kompetensinya.
Lebih khusus lagi mengapa menggunakan E-Learing? Hal ini dilatarbelakangi oleh hal berikut :
•    Menghemat waktu proses belajar mengajar
•    Mengurangi biaya perjalanan
•    Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku)
•    Menjangkau wilayah geografis yang lebih luas
•    Melatih pembelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.
Esensi dari TIK adalah bagaimana cara mengolah data menjadi suatu informasi dan cara menyampaikan informasi tersebut secara efektif dengan menggunakan media elektronik. Kini dengan pembelajaran berbasis web, guru, siswa dan masyarakat dapat mengakses informasi sendiri sesuai dengan kebutuhannya. Secara filosofis, terdapat tiga komponen yang dibutuhkan dalam implementasi pembelajaran berbasis web ini, yang ketiganya tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya, yaitu hardware (perangkat keras), software (perangkat lunak), dan brainware (pemakai).
Perangkat keras yang diperlukan meliputi server, networking, dan modem (koneksi internet/intranet), serta webcam, mikrofon, speaker (optional). Perangkat lunak mencakup antara lain Windows Server/Linux, Internet Browser, Moodle, Hot Potatoes, Exelearning, MS Powerpoint, Macromedia Flash, Movie Maker/Pinnacle/Adobe Premiere. Dan fitur pembelajarannya dapat di-upload (unggah data) dan download (unduh data) melalui e-book, powerpoint, animasi, multimedia, e-journal, dan e-learning, misalnya. Sedangkan yang menjadi brainware-nya dinas pendidikan, kepala sekolah, guru (MGMP), para siswa, dan staf ahli TIK.
Beberapa situs pendidikan yang dapat diakses guna kepentingan pembelajaran, di antaranya: http://www.pendidikan.net, http://www.e-smartschool.com, http://www.kepompong.com, http://www.bukamata.com, http://www.sprice-online.com, http://www.fourthr.com, http://www.lipi.go.id, http://www.iptek.net.id, http://www.lp3es.or.id; http://www.digital-library.tux.nu, http://www.e-dukasi.net, http://www.jardiknas.go.id, http://www.duniaguru.com, http://www.id.wikipedia.org.
Walau pembelajaran berbasis web ini dapat memudahkan (web-enabled) dalam meningkatkan kinerja pembelajaran, namun dalam taraf implementasinya sedikit banyak dipengaruhi oleh kultur sekolah yang bersangkutan, sehingga keberhasilan penerapan strategi pembelajarannya tidak terlepas dari keterlibatan para pemangku kepentingan (stakeholder).

Menghemat waktu proses belajar mengajar
Mengurangi biaya perjalanan
Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku)
Menjangkau wilayah geografis yang lebih luas
Melatih pembelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: